Walaupun sudah beberapa lama lampu belakang si Shiro mati (seperti yang dikabarkan di sini: “Shiro” Ada Apa Denganmu?), tapi baru kemarin sempat diperbaiki. Jangan ditru yah, karena mengendarai sepeda motor tanpa lampu belakang itu sangat-sangat tidak menyenangkan, bagi pengendara sendiri maupun bagi pengendara lain. Tapi apa boleh buat, berhubung kondisi ekonomiyang mepet, dan satu hal, walaupun harga sebuah bohlam tak seberapa (cuma Rp17000), tapi kalau seudah masuk bengkel, biasanya dana yang dikeluarkan akan jauh lebih besar dari itu.
Terbukti, keluar dari bengkel harus merogoh kocek 8 (delapan) kali lipat (Rp140.000), nah kan? Masa sih jadi semahal itu? Iya lah, soalnya selain ganti lampu belakang, sekalian di “service” ringan. Dan ketika dilakukan pemeriksaan, si Shiro yang usianya sudah 5 (lima) bulan ini, sudah harus ganti kampas rem depan seharga (Rp85.000). Kampas rem depan bertahan 5 (lima) bulan, wajarkah? Rasanya wajar saja mengingat si Shiro harus melibas jalanan kampung yang super duper rusak parah, sekaligus melibas jalanan kota yang pasti macet.
Padahal sudah senang hati, minta uang ke istri Rp100.000, dikira pengeluaran cuma Rp40.000 (biaya service) + Rp17.000 (bohlam), jadi masih ada kembalian total Rp43.000, lumayan buat beli rokok dan minum susu KPBS sampai kembung
, ternyata malah nombok Rp40.000.
Tetapi, tidak masalah sih. Si Shiro nampak sehat sekarang. Makin enak diajak berlari dan selap-selip. kaki-kakinya juga serasa makin kuat “mencengkram” aspal. Ayo Shiro, kita lari lagi! Mudah-mudahan lampu belakangmu tidak mati lagi, atau kalau mau mati lagi, usahakan dalam minggu ini, biar saya bisa minta klaim garansi ke bengkel.
wew…lima bulan ganti kampas rem depan…? ane kampas rem depan setahun sekali ganti bro…
http://tovavanjava.wordpress.com/2012/04/07/share-jagoan-di-motogp-2012/
Ane juga sedikit heran bro, si Jalu (Jupiter MX) ane dulu, 1,5 tahun baru ganti
wah cepet bgt gantinya.. shiro perlu diselidiki..
Apakah saya kebagian barang cacat produksi? Apes deh…
melibas jalan kampung yg rusak parah dan jalan kota yg macet, sepertinya tidak wajar kalau kampas rem depan baru 5 bulan harus ganti.
http://rusmanjay.wordpress.com/2012/04/12/ganti-kampas-rem-tromol-sendiri/
Berarti si Shiro produk cacat ya? Ah siap-siap dijual nih…
perlu diselidiki
Ping balik:Ah Shiro, Ada Apa Lagi Denganmu? « Kata Baru
Ping balik:Hey, Lampu Belakang si Shiro Mati Lagi, Lho… « Kata Baru