Kata Baru

Tentang Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Kenapa Menyalahkan Perokok? :D


Artikel ini hanya lucu-lucuan saja. Tidak perlu ditanggapi serius. :D Begini, ketika seorang pesepedamotor yang bukan perokok terganggu oleh pesepedamotor lainnya yang perokok (perokok dan bukan perokok memang musuh bebuyutan dari dulu :lol:), alasannya: “Abu rokoknya kena mata bikin pedih”, atau “Asap rokoknya kehirup bikin batuk” (berlebihan, red).

Perokok

Perokok

Kalau diambil dari sisi positif, dapat diambil kesimpulan, “Kenapa menyalahkan perokok?”

Lha iya, bagaimana ceritanya pesepedamotor bisa “kelilipan” abu rokok matanya? Berarti itu pngendara tidak pakai helm dong? Atau kaca mika di helmnya tidak ditutup? Nah, siapa yang salah?

Ada lagi yang mengeluhkan begini: “Percikan apinya kena kulit”. Ya salah sendiri, kalau bawa sepeda motor ya pakai jaket dan celana panjang dong, ditambah sarung tangan. :-p Dijamin keluhan-keluhan tersebut tidak akan terjadi.

Perokok ulung

Perokok ulung

Bukan saya membela perokok. Perokok (khususnya pesepedamotor) jelas sudah banyak kesalahan yang sudah dia lakukan (seperti: berkendara dengan satu tangan, membuka kaca helm, dan lainnya). Jika Anda perokok (termasuk saya :D), sebisa mungkin berusahalah tidak merugikan orang lain. Kalau di jalan ingin merokok. Bisa lah dengan menepi sejenak. Dan bagi perokok yang memaksa merokok sambil jalan (mengendara sepeda motor), bisa lah lebih tahu diri, jangan menghisap rokok kretek, hisap rokok yang ringan (mild) saja, untuk menghindari percikan api.

 

About these ads

18 responses to “Kenapa Menyalahkan Perokok? :D

  1. anharvictor 22 Juni 2012 20:17 pukul 20:17

    Bukan pada tempatnya keculai jalanya ada tulisan smoking rooom

  2. murator 22 Juni 2012 20:43 pukul 20:43

    alah sok savety riding ternyata alay munafik….hahahahahaha…..jangan diangap serius…

    • Novian Agung 22 Juni 2012 20:50 pukul 20:50

      Betul… Betul… :D
      Jadi kalau kita kelilipan, jangan salahkan dulu perokok. Harus menyadari kalau kitapun sudah salah (tidak pakai helm/pakai helm tapi kaca tidak ditutup). Anggap saja itu teguran :lol:

  3. redbike92 23 Juni 2012 08:56 pukul 08:56

    asap rokok termasuk polusi tingkat kecil ndek jalan
    coba bandingin sama bus/truk tua yang asep itemnya kayak fogging itu
    tapi betul, mending kalau ngudut minggir dlu :D

  4. Dismas 23 Juni 2012 17:24 pukul 17:24

    Di warungnya siapa kemaren ya ? Lupa ane bro, hehehe. Bener memang mas, lha kok bisa kelilipen ? jangan – jangan emang ngga pake helm, hehehe.

  5. Aa Ikhwan 24 Juni 2012 11:34 pukul 11:34

    Buang puntungnya sering maen lempar2 aje..ajib koplaknya :D

  6. Kacang Dua Kelinci 25 Juni 2012 12:40 pukul 12:40

    Waspadalah…….!!!!!

    Per tanggal 1 April 2011, bagi pengendara Motor yang melanggar Peraturan Lalu Lintas, akan diberlakukan Sistem Tilang di tempat (sesuai dengan UU No.22 Tahun 2009).

    Perihal Peraturan yang terbaru bagi Pengendara Motor<

    Jenis Pelanggaran Pengguna Motor Peraturan Terbaru 1 April 2011 Bagi Pengguna KendaraanDilarang mendengarkan musik saat mengendarai Motor (agar pengguna motor bisa mendengarkan klakson dan lainnya).
    Dilarang menerima telepon saat mengendarai Motor (agar pengguna motor fokus dalam mengendarai motor, tidak oleng).
    Dilarang memakai sandal saat mengendarai Motor (masih belum jelas alasannya).
    Dilarang merubah Warna Motor dan harus sesuai dengan Warna di STNK (masih belum jelas alasannya).
    Bagi Pengendara Motor, Nama di STNK dan SIM harus sesuai dengan Nama yang bersangkutan, apabila Beda dan belum Balik Nama akan didenda sebesar Rp 500.000 (untuk yg ini belum 100%) (masih belum jelas alasannya).
    Wajib menyalakan Lampu pada siang dan malam hari (karena makin ramainya pengguna motor yang terkadang suka salip jadi bisa sebagai pertanda bagi pengguna motor/mobil yang lawan arah pada siang hari).
    Dilarang Merokok saat mengendarai Motor (agar pengguna motor fokus/konsentrasi dengan motornya, apalagi I’m not smoker jadi gak masalah..hehe icon biggrin Peraturan Terbaru 1 April 2011 Bagi Pengguna Kendaraan ).
    Dilarang Merubah Plat Motor anda (masih elum jelas alasannya).
    Dilarang memakai/menggunakan Lampu yang berwarna (merah, hijau, kuning, putih), lampu harus sesuai Standar Pabrik (agar lebih tertib).

    Perlengkapan Sepeda Motor yang harus dipenuhi oleh Pengendara
    Memakai helm SNI
    Kaca Spion
    Memakai Sepatu
    Memakai Jaket
    Memakai Sarung Tangan
    Pentil Ban

    Ini dia pasal-pasal yang bersangkutan

    • Kenakan Helm Standar Nasional Indonesia (SNI) Jangan lagi kenakan helm batok. Gunakanlah helm SNI. Selain karena alasan keselamatan, menggunakan helm jenis ini sudah menjadi kewajiban seperti diatur dalam Pasal 57 Ayat (2) dan Pasal 106 Ayat (8). Sanksi bagi pelanggar aturan ini, pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 291). Sanksi yang sama juga akan dikenakan bagi penumpang yang dibonceng dan tidak mengenakan helm SNI.

    • Pastikan Perlengkapan Berkendara Komplet Bagi para pengendara roda empat atau lebih, coba pastikan kelengkapan berkendara Anda. UU Lalu Lintas No 22 Tahun 2009, dalam Pasal 57 Ayat (3) mensyaratkan, perlengkapan sekurang-kurangnya adalah sabuk keselamatan, ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, helm, dan rompi pemantul cahaya bagi pengemudi kendaraan bermotor roda empat/lebih yang tak memiliki rumah-rumah dan perlengkapan P3K. Bagaimana jika tak dipenuhi? Sanksi yang diatur bagi pengendara yang menyalahi ketentuan ini akan dikenakan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, seperti diatur dalam Pasal 278

    • Tak Punya SIM? Denda Rp 1 Juta Ketentuan yang satu ini mungkin harus menjadi perhatian lebih. Jika selama ini denda bagi pengendara yang tak punya SIM hanya sekitar Rp 20.000, UU Lalu Lintas yang baru tak mau memberikan toleransi bagi pengendara yang tak mengantongi lisensi berkendara. Sanksi pidana ataupun denda yang diterapkan tak lagi ringan. Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan dan tidak memiliki SIM, akan dipidana dengan pidana kurungan empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta (Pasal 281).

    • Konsentrasi dalam Berkendara Pasal 283 UU Lalu Lintas mengatur, setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi, dipidana dengan pidana kurungan paling lama tiga bulan kurungan atau denda paling banyak Rp 750.000

    • Perhatikan Pejalan Kaki dan Pesepeda Para pengendara, baik roda dua maupun roda empat/lebih, harus mengutamakan keselamatan pejalan kaki dan pesepeda. Bagi mereka yang tidak mengindahkan aturan Pasal 106 Ayat (2) ini, dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000

    • Lengkapi kaca spion dan lain-lain

    – Pengemudi sepeda motor Diwajibkan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban (diatur Pasal 106 Ayat (3)). Sanksi bagi pelanggarnya diatur Pasal 285 Ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000.

    – Pengemudi roda empat/lebih Bagi pengendara roda empat/lebih diwajibkan memenuhi persyaratan teknis yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu mundur, lampu tanda batas dimensi badan kendaraan, lampu gandengan, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, kedalaman alur ban, kaca depan, spakbor, bumper, penggandengan, penempelan, dan penghapus kaca. Pasal 285 Ayat (2) mengatur, bagi pelanggarnya akan dikenai sanksi pidana paling lama dua bulan kurungan atau dendan paling banyak Rp 500.000.

    • STNK, Jangan Lupa Setiap bepergian, jangan lupa pastikan surat tanda nomor kendaraan bermotor sudah Anda bawa. Kalau kendaraan baru, jangan lupa membawa surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan Polri. Jika Anda alpa membawanya, sanksi kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500.000 akan dikenakan bagi pelanggarnya (Pasal 288 Ayat (1)).

    • SIM Harus yang Sah Ya… Pasal 288 Ayat (2) mengatur, bagi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan SIM yang sah dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000.

    • Pengemudi atau Penumpang Tanpa Sabuk Pengaman, Sanksinya Sama Ini harus jadi perhatian bagi pengemudi mobil dan penumpangnya. Jangan lupa mengenakan sabuk pengaman selama perjalanan Anda. Selain untuk keselamatan, juga untuk menghindari sanksi pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 seperti diatur dalam Pasal 289.

    • Nyalakan Lampu Utama pada Malam Hari Saat berkendara pada malam hari, pastikan lampu utama kendaraan Anda menyala dengan sempurna. Bagi pengendara yang mengemudikan kendaraannya tanpa menyalakan lampu utama pada malam hari, dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250.000 (Pasal 293).

    • Wajib Nyalakan Lampu pada Siang Hari Para pengendara motor yang berkendara pada siang hari diwajibkan menyalakan lampu utama. Sekarang, sudah bukan sosialisasi lagi. Bagi pelanggarnya akan dipidana dengan pidana kurungan paling lama 15 hari atau denda paling banyak Rp 100.000.

    • Berbelok, Berbalik Arah, Jangan Lupa Lampu Isyarat! Setiap pengendara yang akan membelok atau berbalik arah, diwajibkan memberikan isyarat dengan lampu penunjuk arah atau isyarat tangan. Jika melanggar ketentuan ini, Pasal 284 mengatur sanksi kurungan paling banyak satu bulan atau denda Rp 250.000

    • Jangan Sembarangan Pindah Jalur Para pengemudi yang akan berpindah jalur atau bergerak ke samping, wajib mengamati situasi lalu lintas di depan, samping dan dibelakang kendaraan serta memberikan isyarat. Jika tertangkap melakukan pelanggaran, akan dikenai sanksi paling lama satu bulan kurungan atau denda Rp 250.000 (Pasal 295)

    • Stop! Belok kiri tak boleh langsung Ini salah satu peraturan baru dalam UU Lalu Lintas yang baru. Pasal 112 ayat (3) mengatur, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri. Bunyi pasal tersebut “Pada persimpangan jalan yang dilengkapi dengan alat pemberi isyarat lalu lintas, pengemudi kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh rambu lalu lintas atau pemberi isyarat lalu lintas”.

    • Balapan di Jalanan, Denda Rp 3 Juta! Pengendara bermotor yang balapan di jalan akan dikenai pidana kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3.000.000 (Pasal 297)

    • Sesuaikan Jalur dengan Kecepatan Ketentuan mengenai jalur atau lajur merupakan salah satu ketentuan baru yang dimasukkan dalam UU Lalu Lintas Nomor 22 Tahun 2009, yang diatur dalam Pasal 108. Agar menjadi perhatian, selengkapnya bunyi pasal tersebut adalah: (1) Dalam berlalu lintas pengguna jalan harus menggunakan jalur jalan sebelah kiri (2) Penggunaan jalur jalan sebelah kanan hanya dapat dilakukan jika: a. pengemudi bermaksud akan melewati kendaraan di depannya; atau b. diperintahkan oleh petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk digunakan sementara sebagai jalur kiri (3) Sepeda motor, kendaraan bermotor yang kecepatannya lebih rendah, mobil barang, dan kendaraan tidak bermotor berada pada lajur kiri jalan. (4) Penggunaan lajur sebelah kanan hanya diperuntukkan bagi kendaraan dengan kecepatan lebih tinggi, akan membelok kanan, mengubah arah atau mendahului kendaraan lain.

    Aturan-aturan baru yang diterapkan di UU Lalu Lintas yang baru ini harus menjadi perhatian bagi para pengendara. Selain demi keselamatan, tentunya juga untuk menghindari merogoh kocek cukup dalam karena ditilang. Sanksi denda yang dikenakan lumayan besar jika dibandingkan dengan UU yang lama. Selamat berkendara!

    Yang terpenting semua peraturan itu demi keselamatan dan keamanan diri, jangan taati peraturan karena takut ditilang polisi tapi memang untuk menjaga keselamatan dan keamanan diri dari kecelakaan, dsb. icon wink Peraturan Terbaru 1 April 2011 Bagi Pengguna Kendaraan

  7. Everything Indonesia 5 Juli 2012 14:07 pukul 14:07

    hahahaha bisa aja negh si agan pake ilmu ngeles, mampir gan liat betapa besarnya Indonesia kita

  8. Gogo 12 Juli 2012 06:35 pukul 06:35

    masih mending gan biker lg ngerokok, yg lbh bkn deg degan itu biker yg lg telpun-telpunan..

  9. Susilo Hadi Widodo 12 September 2012 13:22 pukul 13:22

    Naik motor sambil ngrokok? Hati-hati nabrak depannya….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 161 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: