Kata Baru

Tentang Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Saya Berhenti Menggunakan Pertamax


Pada 15 Januari 2012 kemarin, bensin jenis Pertamax kembali mengalami kenaikan harga. Semakin tinggi saja harga bensin non subsidi ini. Oleh karenanya, akhirnya saya memutuskan untuk beralih ke bensin Premium untuk minuman tunggangan saya V-Ixion. Walaupun sempat timbul beberapa kegalauan di dalam hati.

Pertamax

Pertamax

Kegalauan pertama, tunggangan saya mempunyai perbandingan kompresi yang tinggi, jadi harus minum bensin dengan kadar oktan yang tinggi pula, kalau dicekoki bensin dengan kadar oktan yang kurang bisa mengurangi umur mesin. Kegalauan ini sudah terbantahkan😀. Sebelum meminang si V-Ixion, tunggangan saya terdahulu adalah Jupiter MX. Sudah tiga tahun Jupiter MX (yang mempunyai perbandingan kompresi yang tidak jauh berbeda dengan V-Ixion) saya cekoki bensin Premium, ternyata tidak ada gelagat aneh sama sekali seperti yang diisukan bisa menyebabkan mesin menggelitik lah, atau kerusakan pada komponen mesin. Ternyata mesin si JMX masih enak dan tidak bermasalah, pun ketika dijual harga jualnya masih cukup tinggi. Kemudian, jika memang terjadi kerusakan pada komponen mesin, yaitu piston, toh pihak pabrikan berani memberikan garansi untuk piston selama lima tahun dan garansi mesin hingga tiga tahun. Kalau rusak, ya garansikan saja😀

Si Putih

Yamaha V-Ixion

Kegalauan lain adalah jika menggunakan Premium, maka akan lebih boros. Ya memang, dengan menggunakan Pertamax jarak tempuh menjadi lebih jauh sekira 5-10KM. Jika menggunakan Premium jarak tempuh adalah 40KM untuk tiap satu liter, maka jika menggunakan Pertamax jarak tempuh menjadi 45-50KM. Hanya segitu? Dengan harga beli dua kali lipat, Pertamax hanya lebih berhemat 10-20% saja?😀 Sementara jika menggunakan Premium, dihitung secara kasar bila dibandingkan dengan penggunaan Pertamak bisa memangkas pengeluaran 80-90%.
SPBU

Kegalauan berikutnya, dengan menggunakan BBM bersubsidi kita telah membebani pemerintah atas subsidi yang diberikan? Membebani apa sih sebetulnya? Toh BBM (jenis Premium) tinggal ‘mengeruk’ dari bumi Indonesia, kemudian diolah sedikit, kemudian dijual, tentu saja telah dihitung besarnya keuntungan bagi pemerintah. Buktinya gaji pegawai Pertamina jauh melambung dibanding pegawai dari instansi lain. Lalu bagian pemerintah mana yang merasa dibebani? Justru kalau kita menggunakan Pertamax-lah yang akan membebani sekaligus mengurangi keuntungan pemerintah. Karena seperti yang kita tahu, Pertamax sekarang ini didatangkan dari luar negeri, alias mengimpor. Karena mengimpor, pemerintah harus berhutang (omong-omong, sudah berapa ya hutang pemerintah sekarang?), selain itu keuntungan bagi pemerintah jauh lebih sedikit. Selain itu bukannya pemerintah juga sudah memangkas subsidi dengan programnya konversi minyak tanah ke gas? Lalu dikemanakan uang hasil pemangkasan subsidi tersebut? Toh harga kebutuhan pokok sekarang tidak murah, biaya pendidikan dan kesehatan juga tidak murah, pengenaan pajak semakin tinggi, tidak ada bantuan atau tunjangan bagi tuna karya (pengangguran) dan orang-orang tidak mampu, tidak ada perbaikan sarana dan prasarana (khususnya sarana transportasi). Dipakai apa dong uang untuk subsidi?

Subsidi BBM

Subsidi BBM

Ah ini hanya sekadar opini, meniru atau tidak tindakan saya beralih kembali ke Premium saya serahkan kembali kepada pembaca.

7 responses to “Saya Berhenti Menggunakan Pertamax

  1. rusmanjay 21 Januari 2012 12:02 pukul 12:02

    yupz betul….
    memang apa hasil dari pengurangan subsidi???? yang ada buat beli kalender, pengharum ruangan, renovasi ruangan, renovasi jamban (toilet😀 ) yang nilainya mencapai EM-EM an

  2. Dismas 27 Januari 2012 11:49 pukul 11:49

    Ya nggak cuma di konsumsi bbmnya brooo. Komponen mesin seperti busi dan daleman lain jadi lebih awet. Karena kerak minim… Kalo pake Premium, cenderung harus riding dengan rpm agak tinggi bro, biar mesin nggak cepet ngerak. *setau saya si gitu🙂

  3. Motorseo 31 Desember 2012 16:53 pukul 16:53

    untung motor ane kompresinya.bersahabat ha ha… doain.semoga.para.pejabat taubat nasuha… ntar rakyatnya jadi makmur amin:mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: