Kata Baru

Tentang Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Korelasi e-KTP dan SKCK


Program e-KTP (electronic-Kartu Tanda Penduduk) memang sedang digalakkan pemerintah sejak setahun kemarin. Termasuk di kota kelahiran saya, Cirebon, juga sudah dimulai program e-KTP ini. Seluruh anggota keluarga saya di sana (Cirebon) pun sudah memnuhi panggilan kantor kelurahan guna pendataan untuk pembuatan e-KTP, tinggal saya dan istri yang belum memenuhi undangan tersebut. Maaf-maaf saja, saya belum sempat untuk “pulang kampung”.๐Ÿ˜€

Nah, katanya, ketika pendataan untuk e-KTP, salah satu prosesi yang dijalankan calon pemilik e-KTP adalah pendataan sidik jari, benar tidak ya?

e-KTP

contoh e-KTP

Lalu apa hubungannya dengan SKCK? SKCK (Surat Keterangan Catatan Kepolisian) dulu disebut SKKB (Surat Keterangan berKelakuan Baik) pasti Anda sudah tahu kan kegunaannya? Ya, untuk membuktikan bahwa kita ini bukan pelaku atau pernah terlibat kasus kriminal. Ini biasanya digunakan para calon tenaga kerja ketika melamar pekerjaan pada perusahaan-perusahaan.

SKCK memang biasanya disyaratkan oleh perusahaan kepada para pelamar pekerjaan. Entah ini bentuk diskriminasi atau tidak, karena tentu saja seorang yang melamar pekerjaan tentunya berniat baik, setidaknya dia tidak mau ‘merepotkan’ pemrintah karena makin meningkatnya angka pengangguran. Terserah bagaimana perilaku para pelamar itu sebelumnya. Toh walaupun pernah ‘berurusan’ dengan Polisi, tidak serta merta kemudian harus dibatasi geraknya untuk memperoleh kehidupan yang lebih layak. Silakan bandingkan dengan para mantan koruptor, mantan tahanan politik, yang bisa dengan mudah menduduki posisi strategis pada partai politik atau menjadi wakil rakyat, atau menjadi pemimpin daerah.

Abaikan saja, kembali ke pembahasan utama. Ketika hendak membuat SKCK, sang pengaju harus lebih dulu memiliki kartu sidik jari. Jika belum punya, ya harus membuatnya terlebihdahulu. Untuk keperluan ini ditarifkan Rp35.000 (sesuai dengan Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah, silakan baca di sini: http://id.wikipedia.org/wiki/Surat_keterangan_catatan_kepolisian). Sementara untuk biaya administrasi pembuatan SKCK dipasang tarif Rp10.000. Empat puluh lima ribu hanya untuk selembar kertas๐Ÿ˜€. Mari kita mengkalkulasikan dengan banyaknya tenaga kerja dan calon tenaga kerja di Indonesia tercinta ini.๐Ÿ˜€

Contoh SKCK (saya pilihkan yang pemiliknya cantik :D)

Contoh SKCK (saya pilihkan yang pemiliknya cantik :D)

Kaitannya dengan e-KTP, bukankah ketika pembuatan e-KTP ada pendataan sidik jari? Kenapa tidak dilakukan korelasi data saja ya, antara e-KTP dengan SKCK, antara Kementrian Dalam Negeri dengan Kepolisian? Apalagi isunya, ke depan, lembaga Kepolisian akan bernaung di bawah Kementrian Dalam Negeri. Selain keakuratan data antara Kemdagri dengan Kepolisian, setidaknya ini mengurangi beban rakyat. Setidaknya rakyat hanya mengeluarkan rupiah lebih kecil guna memperoleh SKCK.

Apalagi jika pemerintah mau benar-benar serius membantu untuk mengurangi beban rakyat. Dengan e-KTP, setiap penduduk Indonesia memiliki NIK (Nomor Induk Kependudukan) yang “unik”, artinya tidak ada dua orang atau lebih yang mempunyai NIK yang sama. Nah dengan korelasi data antara Kemdagri dengan Kepolisian akan banyak membantu Kepolisian untuk mencatat “track record kejahatan” dari pelaku kriminal. Jadi tidak mungkin Kepolisian mencatatkan rekaman kriminal pada orang yang salah.

Kemudian, agar benar-benar tidak membebani rakyat, pemerintah (dalam hal ini Kemdagri atau Kepolisian) buat saja sebuah situs online untuk menginformasikan catatan Kepolisian. Nantinya pihak perusahaan yang ingin melihat catatan Kepolisian pelamar pekerjaan bisa mengakses situs online tersebut. Lebih mudah kan? Dan saya pikir, untuk membuat situs seperti itu pemerintah tidak perlu mengeluarkan uang yang banyak seperti ketika membuat situs DPR/MPR, yang seharga 9 (sembilan) Milyar Rupiah, fantastis. Saya juga siap membantu membuatkan nih kalau pemerintah serius, bahkan saya rela walau tidak dibayar sepeserpun, demi kebaikan rakyat Indonesia.

Indonesia di mata dunia

Indonesia di mata dunia

Rakyat Indonesia itu sudah susah, jadi jangan lebih dibikin susah dong! Mari cari jalan pemasukan negara yang lebih baik dan lebih bersih, SDA (Sumber Daya Alam) Indonesia kan begitu melimpah?

10 responses to “Korelasi e-KTP dan SKCK

  1. nanared 22 Februari 2012 20:37 pukul 20:37

    setuju aja,lagian lebih mudah,cepat kalo ada kerjasama kayak gitu,oya,disini juga sudah e-ktp,tapi “katanya” e-ktp bakal ditangan bulan depan
    *kalo gak kena karet kolornya jam karet,alias molor*
    nitip jemuran ya
    http;//nanared.wordpress.com/2012/02/22/16-bulan-bersama-simarun-nmp-2010/

  2. ya2kzzz 22 Februari 2012 21:01 pukul 21:01

    didaerah saya belum bro..๐Ÿ™‚

  3. gogo 23 Februari 2012 07:48 pukul 07:48

    lebih efisien y klo semuanya terpadu.. dan bisa tersimpan di 1 database pusat.. kek di negara2 maju..

  4. Hermawan Dephe 1 Maret 2012 13:06 pukul 13:06

    tulisane apiiikk tenannn… mas broo…
    5 jempolll dehh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: