Kata Baru

Tentang Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Akhir Sebuah Penantian


Akhirnya penantian yang cukup panjang ini tersudahi. Rabu, 29 Pebruari 2012, sebuah paket dari Bhinneka.Com berisi kamera saku Panasonic DMC-FH2 sudah saya terima. Itupun setelah sebelumnya saya sempat dibuat bingung. Betapa tidak, ketika dicek di halaman tracking kepunyaan JNE, paket tersebut sudah terkirim sejak hari Selasa, 28 Pebruari 2012, sekira pukul setengah tiga siang. Tetapi sampai hari Rabu siang belum juga saya terima. Akhirnya saya menanyakan ke departemen SPS (Sentra Penerimaan Surat). Dan ternyata memang ‘terdampar’ di sana. Padahal biasanya paket selalu langsung dikirim langsung ke pihak tenant.

Kelengkapan Paket

Kelengkapan Paket

Walaupun saya ‘gagal’ mendapatkan barang ‘idaman’ istri saya, Samsung Galaxy Mini, tetapi saya bersyukur akhirnya drama penantian ini berakhir. Sungguh suatu penantian yang melelahkan dan menyebalkan. Belum lagi ditambah istri yang uring-uringan karena stres. Terus terang saja masalah ini berhasil membuat istri stres. Sudah sangat lama hadiah ini dinantikan oleh istri. Sejak nama saya terpilih sebagai pemenang kontes MVA, dan kurang lebih menunggu selama 3 minggu untuk penyerahan e-voucher sejak tanggal pengumuman, hadiah yang saya dapat itu memang akan saya hadiahkan kembali kepada istri.

Anda tentu tahu beda rasanya membeli dengan hadiah, ya, menerima hadiah bagi sebagian orang adalah suatu kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri yang bisa melebihi apapun. Apalagi hadiah itu dari hasil jerih payah atau dari orang yang disayangi. Terasa sekali euforianya. Setelah begitu gembiranya, kemudian melewati hari menunggu dengan perasaan berdebar dan tak sabar, tiba-tiba, barang ternyata belum dikirim, karena stok habis, dengan tanpa konfirmasi sama sekali. Tentu akan menyakitkan sekali rasanya. Itulah yang membuat istri saya stres.

Untuk mengobati stres istri, akhirnya saya membelikannya sebuah henpon baru, Samsung S5333 Wave 533, daripada menunggu yang tak pasti ditambah pula barang yang ditunggu adalah bukan barang yang diinginkan.

Henpon baru istri saya

Henpon baru istri saya

Ini henpon saya

Ini henpon saya

Sebuah catatan penting untuk para pedagang, hargai konsumen bagaimanapun keadaanya, layani dengan baik tanpa membeda-bedakan. Ingat, karakter orang itu tidak ada yang sama. Kalau kata Bang Haji Rhoma, “Lain lubuk lain airnya, lain pula ikannya. Lain orang lain kepala, lain pula hatinya” (mau dengar lagunya? Silakan ke sini: http://music.diajar.com), ada yang peramah, ada pemarah, ada yang mudah stress seperti istri saya. Kekecewaan seorang saja bisa mengakibatkan seribu calon pembeli menghindar, bukankah bentuk reklame/promosi paling efektif adalah “dari mulut ke mulut”?

2 responses to “Akhir Sebuah Penantian

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: