Kata Baru

Tentang Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

“Shiro” Ada Apa Denganmu?


Sekarang ini saya sedang kesal dengan si “Shiro”. Gara-gara kemarin, ketika akan berhenti karena traffic light berwarna merah, saya menghentikan si “Shiro”. Setelah berhenti, saya melepaskan kopling sedikit-demi sedikit (padahal gigi belum masuk netral), sengaja, untuk mematikan mesin secara instan. Karena si Shiro ini kadang nyeleneh, ketika hendak memindahkan gigi ke netral, malah selalu masuk ke gigi ke-2, tapi ketika sedang jalan dan hendak masuk (dari gigi ke-1) ke gigi ke-2, eh malah masuk ke netral, alhasil mesin “meraung”, tapi bergeming, beberapa kali hampir tertabrak kendaraan di belakang. Oh, Shiro…

Beberapa puluh detik kemudian, saya starter si Shiro. Celaka, si Shiro tidak mau menyala. Saya matikan kontak, saya “on” kan kembali kemudian saya pencet starter, ternyata masih belum mau menyala. Panik dong jelas, mana sebentar lagi lampu sudah mau hijau. Akhirnya turun dari motor, buka jok. Lihat kondisi aki, tidak ada masalah apa-apa. Kemudian coba “on” kan kembali, dan pencet starter lagi, ternyata bisa menyala. Geblek! Apa yang terjadi denganmu Shiro?

Sesampai di kantor, ada SMS dari istri, katanya STNK dan SIM saya tertinggal di rumah. Alhamdulillah, kalau saja si Shiro mogok di traffic light, bisa hilang lembaran 100ribuan. Pulang dari kantor, sampai di rumah, Shiro segera saya “kandangkan”. Kelistrikan tidak segera dimatikan, menunggu kipas radiator berhenti berputar. Untuk kali ini saya tidak mau meninggalkan si Shiro, takut kejadian seperti kemarin, lupa meng-“off”-kan kunci kontak sampai semalaman. Alhasil setrum di aki jadi soak, mesti di-charge akhirnya.

Nah, sambil menunggu proses pendinginan (selama kipas radiator berputar), saya periksa kelistrikan yang vital, lampu depan dan lampu belakang. Lampu depan masih menyala gembira, masih oke. Begitu cek lampu belakang, astagfirullah, ternyata sudah “meninggal”, saya coba injak tuas rem, ternyata juga tidak menyala. Ah, geblek. Baru juga sebulan yang lalu diganti (ini kisahnya: “Baru Dua Bulan, Lampu Belakang V-Ixion Sudah Mati“) eh sudah mati lagi nih lampu belakang. Sudah saya coba kencang-kencangkan konektor dan sekring yang ada, ternyata masih tidak menyala. BANGKE AH YAMAHA!!!

Maaf, saya bukan bermaksud BC, tapi, kalau kenyataannya suatu produk jelek ya katakan jelek lah. Biar begini saya pecinta motor Yamaha, saya ini konsumen loyal (tapi maaf bukan fans-boy :p), buktinya sepeda motor-sepeda motor yang pernah saya pakai semuanya merk Yamaha, mulai dari Jupiter 2001, Mio 2005, Jupiter MX 2008, dan sekarang V-Ixion 2011. Jupiter, hilang digondol maling, Mio di-serah-terima-kan ke adik perempuan, Jupiter MX dijual.

Masa iya saya harus ganti lampu belakang sebulan sekali? Apa karena rute yang si Shiro lewati tiap hari jalanannya rusak parah? Ah, masa harus saya jual lagi nih si “Shiro”, gara-gara sering rusak seperti si “Jalu” (Jupiter MX 2008). Si “Jalu” saya jual karena sudah 5x lampu depan mati, setelah ditelusuri ternyata ada kabel yang korslet dan akhirnya sampai “menyerang” kiprok. Setelah ganti kiprok, ternyata tidak ditemui lagi masalah lampu depan mati sampai beberapa bulan, sampai akhirnya saya berani jual. Saya memang suka kesal dengan barang yang sering rusak, karena si “Jalu” sering rusak, akhirnya saya jual. Bisa-bisa si “Shiro” sebentar lagi juga saya jual nih.

15 responses to ““Shiro” Ada Apa Denganmu?

  1. Aa Ikhwan 13 Maret 2012 15:12 pukul 15:12

    shiro lg ngambek

  2. vixy182 13 Maret 2012 15:22 pukul 15:22

    apa sekring yg dekat aki tu bro yg bermasalh.., punya q pernah gitu.. Kadng mati kadang hidup..diganti alhamdulilah normal ga ngadat2 lagi smpe sekarang

  3. Dr.Feelgood 15 Maret 2012 13:19 pukul 13:19

    kiproknya dicek juga kang novian klo bisa, karena memang untuk sistem kelistrikan motor yamaha memang sering trouble. dulu juga temen punya jupiter z sering trouble dibagian sekeringnya yang sering putus…

    • Novian Agung 15 Maret 2012 14:04 pukul 14:04

      Saya juga sudah beberapa kali bermasalah dengan kelistrikan motor Yamaha kang, dari kiprok, CDI, sampai starter😀

      Tapi aneh rasanya, masa motor baru 3 bulanan sudah bermasalah kiproknya, padahal pemakaian wajar, jarang kepanasan & kehujanan…

      • Dr.Feelgood 15 Maret 2012 14:23 pukul 14:23

        waduh ko bisa sampai banyak gitu troublenya kang novian.

        mungkin bisa jadi kualitas sparepart tersebut memang kurang bagus juga, menurut saya. jka berdasarkan yang udah kang novian sebutin barusan. coba kang kirim email aja contact ke websitenya yamaha tentang keluhan motornya kang novian, mudah2 segera ditanggapi.

        • Novian Agung 15 Maret 2012 14:38 pukul 14:38

          Itu maksudnya beda-beda motor kang😀
          CDI = kasus di Jupiter 2001,
          Starter = kasus di Mio 2005,
          Kiprok = kasus di Jupiter MX 2008,
          Nah sekarang V-Ixion belum tahu apa nih masalahnya sampai 2x mati lampu.

  4. tovavanjava 16 Maret 2012 11:50 pukul 11:50

    klo stater susah nyala coba semprot tombol staternya pake cairan penetran…biasanya karna sering kena air (hujan) kotor dan ada sedikit karat…piksenku juga sering gitu…kadang2 susah “nyangkut”..tpi setelah di semprot oke.lagi….untuk masalah opergigi susah..coba ganti oli-nya (btw pake oli apa bro..? coz dlu wktu masih pake oli yamalu** jg sering kek gitu…😀

  5. kharis27 17 Maret 2012 10:38 pukul 10:38

    wajar lah kalo ngambek ngambek didkit mah hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: